Sang Penafsir Doa

Oleh: Dede Sulaeman

Fascho
Gambar: http://www.thepictaram.club/instagram/asrama_putraimmciputat

Dulu sekali, di asrama mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat, kami mengadakan acara tasyakuran malam. Saya lupa persisnya acara apa. Acara ini dilakukan di atap dak aula Fastabiqul Khairat – kami biasa menyingkatnya Fascho.

Aula kebanggaan yang kami sebut laboratorium pengkaderan, tempat lahirnya intelektual organik (istilah ini popular karena ada seorang kader yang sering menyebut ini di hampir setiap pembicaraannya di forum dengan mengutip-ngutip Pak Antonio Gramsci).

Acara itu semacam kegiatan biasa saja. Tak ada yang istimewa, kecuali satu hal yang saya ingin ceritakan di sini. Baca lebih lanjut

Bermain Apa Saja, Rumah Tetap Harus Bersih

Oleh: Dede Sulaeman

Syam sudah berusia tiga tahun saat adik perempuannya baru lahir. Ketika adik mungilnya pertama kali menangis, ia sibuk memerankan superhero yang sering ditontonnya di televisi. Ia tampak percaya diri, seolah beberapa kejahatan yang berlangsung di sekelilingnya telah berhasil ditumpas.

Empat tahun setelah adik perempuannya yang diberi nama Zia lahir, keduanya menjadi tampak akrab dan sering bermain apa saja yang mereka sukai. Zia suka main masak-masakan; sementara Syam lebih suka memainkan mobil-mobilan dan robot-robotan. Adakalanya Zia ikut main robot-robotan, walaupun dengan setengah hati. Baca lebih lanjut

Menjadi Orangtua Baru

Oleh: Sania Nurlaelah

Rasy01Bagi saya, mulai bermimpi itu harus dengan satu kata: sederhana. Agar mudah dicapai, lalu saya merasa menang dan berani untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang lain.

Saat kecil, saya merancang bagaimana pernikahan saya harus berlangsung. Sederhana saja. Pernikahan yang dihiasi dengan bunga-bunga harum, baju pengantin putih bersih, dan tamu-tamu serta makanan yang tersedia rapi. Dan suatu hari, sayalah yang menjadi wedding organizer dalam pernikahan sendiri. Wah.. rasanya tak terlupakan ketika itu. My dream comes true. Saya merasa menang atas diri sendiri. Baca lebih lanjut

Sepeda Ontel, Kesan Sastra, dan Lagu-lagu Cinta yang Teduh

Oleh: Dede Sulaeman

himne cintaAwal mula perjumpaan saya dengan sosok unik ini, sekira tahun 2006, empat tahun setelah saya kuliah di Ciputat. Anda jangan mengira saya berjumpa dan berkenalan dengannya. Bahkan saya hanya melihat dari kejauhan dan mengenal dirinya dari cerita beberapa teman aktivis di organisasi tempat saya bernaung, di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat. Beberapa teman saya mengatakan, “Orang yang menunggangi sepeda ontel itu petinggi HMI, namanya Asep Sopyan.” Baca lebih lanjut

Seni Belajar Kreatif

Oleh: Dede Sulaeman

Cover Buku Pembelajar KreatifJudul Buku: 10 Rahasia Pembelajar Kreatif
Penulis: Khrisna Pabichara
Penerbit: Zaman, Jakarta
Tahun: I, 2013
Tebal: 192 halaman
ISBN: 978-979-024-343-9

Segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa dipelajari, termasuk cara belajar itu sendiri. Mengapa cara belajar harus dipelajari? Sebab, segala sesuatu itu ada ilmunya, setidaknya ada pengetahuannya, atau bahkan sekadar caranya. Alasan lainnya adalah karena belajar itu tidak mudah, bahkan bagi sebagian orang sebagai siksaan.

Faktanya, banyak mahasiswa yang gagal menyelesaikan kuliahnya; atau sekalipun lulus menjadi sarjana, tidak punya kemampuan apa-apa. Banyak pula siswa yang tinggal kelas atau bahkan drop-out dari sekolahnya. Baca lebih lanjut